Tata Cara Aqiqah dan Hukumnya Menurut Islam

Lahirnya seorang anak tentunya menjadi kebahagiaan tersendiri untuk orang tua dan keluarga besar. Sebab anak memang menjadi salah satu titipan yang banyak diinginkan oleh para orang tua. Jadi saat seorang anak sudah lahir, mereka sangat bersyukur dan bahagia. Dalam agama Islam, ketika seorang anak lahir maka disunahkan untuk melaksanakan ibadah aqiqah. Melaksanakan aqiqah ini sebagai wujud rasa syukur atas kehadiran si kecil dalam keluarga. Orang tua yang mampu secara finansial disunahkan untuk menyembelih kambing saat aqiqah. Nantinya daging kambing yang sudah disembelih dibagikan ke kerabat, keluarga, tetangga dan orang membutuhkan. Namun harus diketahui terlebih dahulu, bahwa daging kambing aqiqah terlebih dahulu dimasak sebelum dibagikan.

10 Tata Cara Aqiqah & Hukum Menurut Islam

Dalam bahasa Arab, aqiqah berasal dari kata al qat’u artinya memotong. Kata ini memiliki dua pengertian. Pertama adalah memotong rambut bayi yang baru lahir. Sedangkan makna kedua adalah memotong atau melakukan penyembelihan hewan. Hukum aqiqah sendiri adalah sunah muakad, yakni apabila mampu maka wajib melakukan aqiqah dengan menyembelih hewan kambing. Sedangkan untuk yang belum mampu melakukan aqiqah saat anak lahir, hukumnya menjadi sunah.

Berikut tata cara aqiqah untuk anak laki-laki dan perempuan beserta hukum, dan hal yang harus diperhatikan ketika melakukan aqiqah.

  1. Jumlah Hewan yang Disembelih

Sebenarnya untuk aqiqah anak laki-laki dan perempuan biasanya sama. Namun yang membedakannya adalah dari jumlah kambing. Untuk anak laki-laki, jumlah kambing adalah dua ekor. Sementara untuk aqiqah anak perempuan satu ekor. Ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan:

Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya berkata jika Rasulullah bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”

  1. Memilih Hewan Aqiqah

Kambing yang nantinya disembelih untuk aqiqah pun bukan asal kambing. Dimana kambing yang akan disembelih untuk aqiqah bisa dikatakan harus sama dengan hewan qurban. Yang mana kambingnya harus sehat, tidak cacat, dan bebas dari penyakit. Usia minimal hewan aqiqah ini minimal satu tahun. Jika Anda berencana untuk memilih kambing aqiqah sendiri. Ada baiknya untuk membawa orang yang paham mengenai kesehatan kambing. Dengan begitu nantinya Anda tidak akan merasa kesulitan jika ingin memilih kambing sendiri.

  1. Waktu Pelaksanaan Aqiqah

Berikut hadits Rasulullah SAW yang menjadi landasan hukum pelaksanaan aqiqah:

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke tujuh, dicukur (rambutnya), dan diberi nama,” (HR. Tirmidzi no. 2735, Abu Dawud no. 2527, Ibnu Majah no 3165. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Albani dalam kitab al-Irwa’ no. 1165).

Para ulama pun berpendapat bahwa waktu aqiqah yang dianjurkan adalah 7 hari setelah kelahiran anak. Namun jika belum memungkinkan untuk melakukan aqiqah di waktu tersebut, bisa diganti pada hari ke 14 atau 21. Untuk umat muslim yang memiliki kondisi ekonomi buruk, terlepas dari kewajiban untuk melaksanakan ibadah aqiqah ini. Ada pula ulama yang mengatakan bahwa aqiqah bisa dilakukan kapan saja sampai ada kemampuan. Bahkan, seorang anak yang sudah dewasa dan mampu bisa mengaqiqahkan diri sendiri jika orang tua tidak mempunyai kemampuan ketika ia masih kecil.

  1. Menyembelih Hewan Aqiqah

Ketika menyembelih hewan aqiqah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Yakni tidak mematahkan tulang dari sembelihan. Ini dilakukan supaya hikmah yang terkandung adalah tafa’ul atau berharap menjadi keselamatan tubuh serta anggota badan dari anak tersebut.

Sebelum menyembelih kambing untuk aqiqah, disunahkan membaca doa sebagai berikut:

Bismillahi wa billahi, allahumma ‘aqiqatun ‘an fulan bin fulan, lahmuha bilahmihi si azhmihi, allahummaj’alha wiqaan liali muhammadin ‘alaihi wa alihis salam.

Yang artinya: ” Dengan nama Allah serta dengan Allah, Aqiqah ini dari fulan bin fulan, dagingnya dengan dagingnya, tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah, jadikan aqiqah ini sebagai tanda kesetiaan kepada keluarga Muhammad SAW.”

  1. Membaca Doa saat Menyembelih Hewan Aqiqah

Ketika menyembelih hewan aqiqah, penyembelih diharuskan membaca doa ini:

“Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin.”

Artinya: “Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

  1. Memasak Daging Aqiqah

Terdapat dua pendapat mengenai pembagian daging aqiqah. Ada yang mengatakan bahwa bisa membagikan daging aqiqah mentah. Namun para ulama banyak mengutamakan supaya daging kambing aqiqah dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada orang-orang.

Hal ini sesuai dengan hadits Aisyah r.a: “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh.” (HR al-Bayhaqi)

Untuk masakan daging kambing aqiqah ini pun bisa disesuaikan dengan selera. Anda bisa membuat menjadi gulai, tongseng, sate atau olahan lainnya. Biasanya daging kambing aqiqah yang diberikan kepada tetangga, kerabat, dan lainnya disandingkan dengan menu lainnya. Misalnya disandingkan dengan nasi, buah, dan menu olahan lainnya.

  1. Memakan Sebagian & Membagikan

Dalam hadits disebutkan bahwa daging aqiqah disunahkan untuk dikonsumsi sendiri sebagian. Sedangkan sisanya bisa dibagikan kepada saudara, tetangga, dan fakir miskin. Porsi yang diberikan pun harus sama supaya tidak menimbulkan fitnah atau hal buruk lainnya.

Hal ini seperti dalam firman Allah SWT: “Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang”. – Q.S. Al-Insan

  1. Memberikan Nama Anak & Mencukur Rambut Anak

Untuk tata cara aqiqah yang selanjutnya adalah memberikan nama anak dan mencukur rambut bayi. Dalam pemberian nama anak pun harus memiliki arti yang baik. Sebab nama yang diberikan oleh orang tua akan menjadi cerminan dan doa supaya anak bisa tumbuh dengan baik sampai besar nanti. Tentunya setiap orang tua ingin anaknya bisa mencerminkan dari nama yang diberikan dan berguna bagi bangsa serta keluarga. Mencukur rambut anak pada saat acara aqiqah ini harus dilakukan secara merata. Bisa dikatakan harus sampai gundul.

Dalam pemberian nama yang baik ini dianjurkan dalam sebuah hadits. Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya kalian pada hari kiamat akan dipanggil dengan nama-nama kalian dan nama-nama bapak kalian, maka baguskanlah namamu.” (HR Muslim)

  1. Mendo’akan Anak

Selanjutnya adalah memberikan doa kepada anak yang sedang menjalankan aqiqah. Dengan mendoakan anak diharapkan anak tersebut bisa tumbuh sehat dan berbakti kepada orang tua. Berikut doa yang harus sebaiknya dibaca:

“U’iidzuka bi kalimaatillaahit tammaati min kulli syaithooni wa haammah. Wa min kulli ‘ainin laammah.”

Artinya: “Saya perlindungkan engkau, wahai bayi, dengan kalimat Allah yang prima, dari tiap-tiap godaan syaitan, serta tiap-tiap pandangan yang penuh kebencian.”

Demikianlah tata cara aqiqah untuk anak perempuan dan laki-laki sesuai sunah yang baiknya dipelajari dan dilaksanakan dengan baik.